Mencoba VPS Murah Rp23 Ribu per Bulan untuk Hermes Agent
Ini bukan tutorial yang sudah mulus dari awal sampai akhir. Ini catatan awal saya menyewa VPS semurah mungkin dengan satu tujuan: menjalankan Hermes Agent.
Beberapa waktu lalu VPS murah saya mati di hari keempat, jadi kali ini saya lebih hati-hati. Saya mencatat semuanya, termasuk bagian yang belum sempat saya uji, supaya kalian bisa menilai sendiri apakah VPS Rp23 ribu ini layak dicoba.
Artikel ini akan saya perbarui setelah VPS berjalan 7 hari dan 30 hari.
Kenapa Saya Mencoba VPS 1 GB RAM
Hermes Agent adalah agen AI open source dari Nous Research. Sebuah panduan dari blog Hora de Codar menyebut dokumentasinya menganggap 1 GB RAM cukup selama alat browser tidak dipakai. Tapi penulis lain di EvoMap melaporkan sebaliknya: server 1 GB miliknya sempat hang saat sesi debugging, dan ia menyarankan minimal 2 GB untuk pemakaian CLI.
Dari kedua sumber ini, akhirnya saya ingin mencoba dan membuktikan sendiri apakah VPS dengan RAM 1GB mampu menjalankan Hermes dengan semestinya.
Ada juga pengalaman pribadi yang membuat saya penasaran. Dulu saat Hermes saya jalankan di VPS 2 GB, pemakaian RAM-nya tidak pernah mendekati 1 GB. RAM baru hampir penuh ketika saya menjalankan WordPress, RDP Linux dengan XFCE, dan Hermes secara bersamaan. Jadi pertanyaannya: kalau semua itu dibuang dan hanya Hermes yang tersisa, apakah 1 GB cukup?
Spesifikasi dan Rincian Harga
Saya memilih Rakit VPS Sendiri, dari vpsmurah.co.id di mana CPU, RAM, dan disk dipilih satuan.
Hasil pilihan saya:
| Komponen | Pilihan | Biaya per bulan |
|---|---|---|
| Sistem operasi | Ubuntu 22.04 LTS | - |
| CPU | 1 vCPU | Rp2.500 |
| RAM | 1 GB | Rp5.000 |
| Disk | 20 GB SSD | Rp14.000 |
| Biaya dasar server (IP publik, jaringan, aktivasi otomatis) | - | Rp1.500 |
| Total | Rp23.000 |
Kalau dihitung per hari, sekitar Rp767. Lokasi server ada di Indonesia (Jakarta). Halaman penyedia menyebut latensi sekitar 8 ms, tapi itu angka dari penyedia, bukan hasil ukur saya.
Memilih Sistem Operasi
Pilihan yang tersedia: Ubuntu 24.04, Ubuntu 22.04, Debian 12, Debian 11, AlmaLinux 9, Rocky Linux 9, dan CentOS Stream 9. Saya memilih Ubuntu 22.04 LTS dengan alasan:
- Lebih hemat RAM dibanding 24.04
- Dukungan keamanannya masih berjalan
- Memakai apt
.
Setelah Bayar: Mengakses VPS
Setelah pembayaran, halaman penyedia menampilkan alamat IP, port SSH, username root, dan password. IP-nya publik, jadi ini bukan VPS NAT satu port seperti yang pernah saya pakai. Artinya port SSH bisa dijangkau dari internet, dan pengamanan dasar jadi wajib.
Halaman penyedia menyebut VPS dibuat otomatis dalam hitungan detik setelah bayar. Dalam kasus saya, VPS aktif dalam 5 menit setelah pembayaran terkonfirmasi.
Di artikel ini saya memakai IP_VPS dan PORT sebagai pengganti data asli.
Langkah 1: Login Lewat PowerShell
Seperti biasa saya memakai PowerShell Windows 11. Detail lengkapnya ada di artikel cara login VPS pakai PowerShell.
ssh -p PORT root@IP_VPS
Saat pertama kali login akan muncul pertanyaan fingerprint. Ketik yes, lalu masukkan password.
Langkah 2: Buat Pengguna Baru, Jangan Terus Pakai root
Hermes bisa menjalankan perintah shell dan kode, seperti disebut panduan di forum Box to Play. Panduan GrandLinux menyarankan membuat pengguna baru dan tidak menjalankan Hermes sebagai root.
Dengan pengguna biasa, dampak dari perintah yang salah lebih terbatas.
adduser NAMA_PENGGUNA
usermod -aG sudo NAMA_PENGGUNA
Ganti NAMA_PENGGUNA dengan nama pilihan kalian, lalu isi password saat diminta.
Langkah 3: Uji Login Pengguna Baru
Buka jendela PowerShell kedua. Jangan tutup jendela root dulu, supaya kalau ada yang salah kalian masih bisa memperbaikinya.
ssh -p PORT NAMA_PENGGUNA@IP_VPS
sudo whoami
Kalau hasil perintah kedua adalah root, berarti sudo berfungsi.
Langkah 4: Perbarui Sistem
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
Biasakan memperbarui sistem sebelum memasang apa pun, supaya tidak bentrok dengan paket lama.
Langkah 5: Pasang fail2ban
Karena IP VPS ini publik, percobaan login berulang dari luar adalah risiko nyata. Saya memasang fail2ban untuk menahannya, sama seperti tips keamanan di artikel RDP.
sudo apt install fail2ban -y
Pemasangan berhasil dengan versi 0.11.2-6. Pesan seperti No containers need to be restarted di bagian bawah hanyalah laporan otomatis setelah pemasangan, bukan status fail2ban.
Langkah 6: Cek Jenis Virtualisasi dan Swap
Dua perintah ini menentukan apa yang bisa kalian lakukan nanti dengan RAM yang terbatas.
systemd-detect-virt
swapon --show
Hasilnya: systemd-detect-virt menampilkan kvm, dan swapon --show tidak menampilkan apa pun, artinya belum ada swap.
KVM berarti VPS ini berjalan sebagai mesin virtual dengan kernel sendiri.
Perlu dicatat, halaman pemesanan menulis Intel Xeon Bare Metal, sementara hasil di atas menunjukkan VPS-nya sendiri berjalan di atas KVM. Saya tidak tahu persis maksud label tersebut.
Langkah 7: Catat RAM Sebelum Hermes Dipasang
free -h
Ini hasil di VPS saya setelah sistem diperbarui dan fail2ban terpasang, sebelum Hermes:
| Kolom | Nilai | Artinya |
|---|---|---|
| total | 957 MiB | RAM yang terbaca sistem |
| used | 165 MiB | Dipakai aktif oleh sistem dan layanan |
| free | 185 MiB | Benar-benar kosong |
| buff/cache | 606 MiB | Cache yang dilepas otomatis saat dibutuhkan |
| available | 637 MiB | RAM yang bisa dipakai program baru |
| Swap | 0 | Belum ada swap |
Angka yang perlu dilihat adalah kolom available, bukan free. Kolom free tampak kecil karena Linux memakai sisa RAM untuk cache, dan cache itu dilepas lagi saat program membutuhkannya.
Total terbaca 957 MiB, bukan 1024 MiB, karena sebagian RAM dicadangkan sistem. Itu hal yang umum pada VPS.
Jadi sebelum Hermes terpasang, ruang yang tersedia untuk program baru sekitar 637 MiB. Angka ini jadi patokan untuk dibandingkan dengan hasil setelah Hermes dipasang di artikel berikutnya.
Yang Belum Saya Uji
Supaya jujur, berikut hal-hal yang belum terbukti dari catatan ini:
- Hermes belum dipasang. Belum ada data pemakaian RAM saat Hermes idle maupun bekerja.
- Fail2ban belum saya verifikasi. Port SSH di VPS ini bukan 22, sedangkan pengaturan bawaan fail2ban untuk SSH biasanya mengacu ke port 22. Saya belum mengecek apakah ia benar-benar melindungi port ini.
- Swap belum dicoba dibuat, jadi dampaknya belum diketahui.
- Stabilitas. Ini baru hari pertama. Ingat, VPS saya sebelumnya mati di hari keempat.
- Kebijakan refund dan kecepatan respons penyedia belum saya ketahui.
- Kecepatan jaringan. Angka latensi di atas hanya kutipan dari penyedia.
Kesimpulan Sementara
Untuk Rp23 ribu per bulan, hasil awalnya cukup menjanjikan: sistem dasar ringan, sekitar 637 MiB RAM tersedia, dan berjalan di KVM. Tapi saya belum bisa bilang VPS ini layak atau tidak untuk Hermes. Jawabannya baru ada setelah Hermes terpasang dan diuji bekerja.
Itu yang akan saya bahas di artikel berikutnya: Menjalankan Hermes Agent di VPS 1 GB RAM (tambahkan tautan setelah terbit). Artikel ini juga akan saya perbarui setelah 7 hari dan 30 hari dengan catatan stabilitasnya.
Selamat mencoba, dan semoga catatan ini membantu kalian menimbang VPS murah sebelum menyewa. Kalau ada pertanyaan, tulis di kolom komentar.




