Cara Install Hermes Agent di VPS Murah 1 Port Aktif
Nama Hermes Agent belakangan makin sering muncul di beranda threads saya. AI agent ini buatan Nous Research yang bisa dijalankan sendiri di server, bukan sekadar chatbot yang cuma jawab pertanyaan, namun bisa juga akses terminal server, browsing internet, dan masih banyak lagi lainnya.
Saya coba install ini di VPS dengan spek pas-pasan: 1 core CPU, RAM 2GB, harga Rp10 ribu untuk 7 hari, dan cuma punya 1 port aktif buat SSH.
Postingan ini adalah dokumentasi proses install Hermes dari awal kita login ke VPS, hingga saya berhasil mengendalikan VPS lewat Telegram.
Kenapa Hermes Cocok untuk VPS Spek Minim
Dari catatan resmi dokumentasi Hermes saat artikel ini ditulis, tool ini disebut bisa jalan di VPS 5 dolar-an, dan proses installnya gak wajib pakai Docker. Ini yang bikin cocok buat VPS spek minim seperti yang saya pakai.
Ada juga tool sejenis seperti OpenClaw yang lebih dioptimalkan buat Claude atau OpenAI, tapi Hermes mendukung banyak provider sekaligus secara native, termasuk opsi custom endpoint yang bakal kita bahas di bagian API key nanti.
Jika VPS Cuma Punya 1 Port
Sebelum masuk ke instalasi, ada satu hal yang menurut saya penting dibahas terlebig dahulu.
Hermes sebenarnya punya fitur web dashboard (jalan di port 9119) dan API gateway yang kompatibel format OpenAI (port 8642). Dua-duanya butuh port tambahan yang bisa diakses dari luar kalau mau dipakai.
Masalahnya, kebanyakan VPS murah (termasuk VPS NAT yang saya pakai) cuma dikasih satu port SSH, tak ada port publik tambahan buat expose layanan web semacam itu.
Kalau dipaksa buka dashboard-nya lewat browser, kemungkinan besar tidak bisa diakses dari luar VPS sama sekali.
Jadi, solusinya adalah pakai Bot Mode lewat Telegram sebagai antarmuka utama.
Bot Telegram jalan lewat outbound dari VPS ke server Telegram, bukan nunggu koneksi masuk (inbound) dari luar, sehingga tidak butuh port tambahan sama sekali.
Inilah alasan teknis kenapa kita pilih setup lewat Telegram.
Kalau VPS kalian portnya lebih lengkap (bukan tipe NAT), fitur dashboard dan API gateway itu tetap bisa dipakai belakangan kalau mau setup yang lebih lanjut. Tapi buat VPS murah/NAT kayak yang kita coba di sini, jalur messaging kayak Telegram yang paling masuk akal.
Pilih Dulu: API Key Gratis atau Berbayar Tanpa Limit
Sebelum masuk ke instalasi, ada satu keputusan yang menurut saya perlu dipikirkan dari awal.
Mau pakai API key gratis atau yang berbayar. Ini sangat menentukan pengalaman testing kalian nanti.
Opsi gratis: Google AI Studio (Gemini). Ini yang saya coba pertama kali, cara dapetinnya gampang dan gratis. Tapi kekurangannya adalah kuota gratisnya kecil buat pemakaian agent yang memanggil model berkali-kali dalam satu percakapan. Sehingga percobaan harus jeda lama hanya karena menunggu kuota token muncul kembali.
Opsi berbayar: API aggregator pihak ketiga yang kompatibel format OpenAI. Kali ini saya coba pakai API Key dari ai.geraikita.com. Satu API Key yang bisa akses ke berbagai model (Claude, GPT, DeepSeek, dan lainnya) lewat satu endpoint dibayar per token pemakaian nyata, bukan langganan bulanan. Hasilnya jauh lebih lancar buat testing berturut-turut tanpa jeda nunggu kuota reset. Detailnya saya bahas di bagian hasil nanti.
Perlu diingat, ini layanan reseller pihak ketiga, bukan API resmi langsung dari Anthropic atau OpenAI, jadi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: harga dan kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu, dan reliability-nya tergantung penyedia itu sendiri.
Buat kebutuhan testing atau pemakaian personal, ini masuk akal. Buat kebutuhan yang lebih serius/produksi jangka panjang, pertimbangkan juga API resmi langsung dari provider.
Kalau kalian baru mau coba-coba dan gak keberatan nunggu kuota reset, mulai dari opsi gratis dulu. Namun jika kalian sudah yakin mau pakai agent ini rutin dan tak mau kena limit, opsi berbayar lebih sepadan.
Yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai, siapkan empat hal ini dulu:
- VPS dengan OS Ubuntu (saya pakai versi 24.04 LTS), spek 1 CPU dan 2GB RAM
- Akses SSH ke VPS, saya pakai PowerShell bawaan Windows 11, tanpa aplikasi tambahan
- API key dari provider pilihan kalian, bisa API key gratis Google AI Studio (aistudio.google.com/apikey) atau API key berbayar dari aggregator OpenAI-compatible seperti yang saya gunakan (ai.geraikita.com). Ini yang akan jadi "otak" agent-nya
- Aplikasi Telegram di HP atau PC, buat bikin bot dan ngobrol sama agent setelah semuanya jalan
Instalasi Hermes dari Nol
Setelah VPS direinstall dan login lewat SSH, langkah pertama selalu sama: update sistem dan pasang paket dasar yang dibutuhkan. Satu paket yang sering kelewat tapi ternyata wajib: `libatomic1`. Tanpa ini, instalasi Hermes bakal gagal di tengah jalan karena Node.js gak bisa jalan (errornya soal `libatomic.so.1` gak ditemukan). Ini kejadian konsisten di setiap percobaan saya pakai Ubuntu 24.04 fresh, jadi langsung saya masukin dari awal.
apt update && apt upgrade -y
apt install -y git curl ca-certificates libatomic1 tmux
Tanpa `git`, installer langsung berhenti dengan pesan error di baris pertama.
Satu hal penting: jalankan installer Hermes di dalam sesi `tmux`, bukan langsung di terminal SSH biasa. Alasannya, kalau koneksi internet kalian putus di tengah proses install, sesi SSH ikut mati dan instalasinya ikut terhenti.
Dengan `tmux`, proses tetap jalan di VPS meski koneksi kalian putus dari laptop atau HP, tinggal connect ulang nanti dan instalasinya masih lanjut.
tmux new -s hermes
curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/NousResearch/hermes-agent/main/scripts/install.sh | bash
Pilihan Konfigurasi yang Saya Ambil
Ketika instalasi jalan, wizard-nya akan nanya beberapa hal secara berurutan. Mulai dari provider AI sampai fitur mana yang mau diaktifkan.
Berikut pilihan yang saya ambil dan alasannya, biar kalian punya gambaran kalau nanti nemu layar konfigurasi yang sama:
- Setup mode: Full Setup, bukan Quick Setup (Nous Portal), karena kita udah punya API key sendiri (dari salah satu opsi yang dibahas sebelumnya)
- Provider, ada dua jalur tergantung pilihan kalian:
- Kalau pakai opsi gratis, pilih Google AI Studio, lalu masukin API key Gemini
- Kalau pakai opsi berbayar kayak ai.geraikita, pilih custom (direct API), isi Base URL `https://ai.geraikita.com/v1`, API key dari dashboard mereka, dan nama model yang diinginkan
- Model, kalau pakai Google AI Studio saya pilih `gemini-3-flash-preview` (nama model ini kemungkinan berubah di rilis Hermes berikutnya), direkomendasikan resmi buat keseimbangan kecepatan dan kemampuan. Kalau pakai custom endpoint, saya pilih `claude-sonnet-5` karena sekalian ingin coba model yang lebih kuat
- Reasoning effort: medium, default, cukup buat kebutuhan umum tanpa terlalu banyak makan kuota API
- Terminal backend: Local, jalan langsung di VPS, gak perlu Docker tambahan yang nambahi beban RAM
- Browser provider: Lightpanda, bukan Local Browser (Chromium), karena Chromium berat di CPU, sementara VPS ini cuma punya satu core. Lightpanda versi ringan text-only, cukup buat kebutuhan browsing dasar
- Image generation: Skip, gak dibutuhkan buat percobaan awal ini
- Text-to-speech: Microsoft Edge TTS, gratis, gak perlu API key tambahan
- Search provider: DuckDuckGo, gratis tanpa key dan tanpa limit kuota ketat
Buat platform messaging, kita pilih Telegram, sesuai alasan teknis yang sudah dibahas di atas. Ada dua cara setup di sini: otomatis lewat scan QR code, atau manual bikin bot sendiri lewat BotFather.
Pertama, saya coba yang otomatis, tapi waktu tunggunya cuma sekitar dua menit dan keburu habis sebelum sempat konfirmasi di Telegram.
Untungnya sistemnya otomatis fallback ke cara manual, tinggal bikin bot baru lewat BotFather, copy token yang dikasih, lalu paste ke terminal.
Satu hal yang jangan sampai kelewat: waktu diminta isi kolom Allowed user IDs, isi dengan ID Telegram kalian sendiri, jangan dikosongin. Kalau dikosongin, siapapun yang nemu bot kalian bisa langsung ambil alih agent-nya, termasuk minta dia buka terminal server kalian.
Buat platform messaging, kita pilih **Telegram**, sesuai alasan teknis yang udah dibahas di atas. Sebelum masuk ke wizard, siapkan dulu dua hal ini langsung dari aplikasi Telegram di HP:
Cara buat bot lewat BotFather:
1. Buka Telegram, cari akun @BotFather (pastikan ada centang biru resmi)
2. Kirim pesan `/newbot`
3. BotFather nanya nama tampilan bot, bebas isi apa aja, misalnya "Hermes Bot Saya"
4. BotFather nanya username bot, harus unik dan diakhiri kata "bot", misalnya `mustafa_zain_bot`
5. BotFather bakal balas dengan token API, formatnya kayak `123456789:ABCdefGHIjklMNOpqrSTUvwxYZ`, simpan ini baik-baik
Cara Cari User ID Telegram kalian:
1. Cari akun @userinfobot di Telegram
2. Kirim pesan apa aja, misalnya "hi"
3. Dia bakal balas dengan ID numerik kalian, contoh `841061791`, simpan juga
Setelah dua hal ini di tangan, baru masuk ke wizard-nya.
Ada dua cara setup di sini: otomatis lewat scan QR code, atau manual pakai token yang sudah kalian siapkan tadi.
Saya coba yang otomatis dulu, karena waktu tunggunya sekitar dua menit, jadinya keburu habis sebelum sempat konfirmasi di Telegram.
Untungnya sistemnya otomatis fallback ke cara manual begitu waktu habis, jadi tinggal paste token yang sudah disiapkan tadi ke terminal.
Kendala yang Mungkin Ditemui
Satu hal lagi yang sempat bikin saya mentok: Telegram membalas dengan pesan "Chat not found". Ini muncul setelah instalasi selesai dan bot Telegram sudah terhubung, tapi begitu agent coba kirim pesan pembuka, gagal dengan error ini di log gateway.
Penyebabnya: ada aturan di Telegram bahwa bot tidak boleh mulai chat duluan, harus penggunanya yang kirim pesan pertama.
Begitu bot-nya diajak di chat duluan dengan kirim "halo", semuanya langsung normal.
Hasil: Ngobrol dan Kasih Perintah ke Agent Hermes
Setelah semuanya beres, kini saatnya mencoba ngobrol dengan Bot Hermes.
Setelah saya buka Telegram, kirim pesan pertama ke Hermes Bot, dengan "Halo".
Agent langsung balas, memperkenalkan diri sebagai Hermes Agent, lalu nawarin bantuan mulai dari pemrograman sampai riset. Dan dia juga tanya apakah saya bersedia bikin profil singkat biar responsnya ke depan lebih relevan.
Buat memastikan agent ini bukan sekadar chatbot, saya kasih perintah yang butuh akses langsung ke server: "cek berapa RAM yang terpakai di server ini". Hasilnya keluar dalam hitungan detik: angka RAM yang persis sesuai kondisi VPS, total 2.0 GiB, terpakai 312 MiB, tersedia 1.7 GiB, lengkap dengan penjelasan bahwa sekitar yang dipakai untuk buffer dan cache.
Ini yang bikin beda dari chatbot biasa. Agent-nya beneran buka terminal di server, jalanin perintah nyata, lalu balikin hasilnya dalam bahasa yang gampang dibaca, bukan cuma nebak jawaban dari data training.
Opsi API Key Berbayar Beneran Lebih Lancar
Buat mastiin klaim di bagian pilihan API key tadi bukan cuma teori, saya coba juga jalur berbayar (ai.eraikita.com, model Claude Sonnet 5) di percobaan terpisah. Pertama saya tanya langsung ke agent-nya biar jelas modelnya:
Kamu pakai model apa sekarang?
Balasannya konfirmasi kalau agent sekarang jalan pakai Claude.
Penutup
Kalau kalian punya VPS nganggur atau lagi mikir mau coba hal baru sebelum masa aktifnya habis, install AI agent kayak Hermes ini bisa jadi cara murah buat belajar Linux sekaligus punya asisten yang jalan 24 jam.





