Mencoba AI Agent Pertama di n8n: Dari Kanvas Kosong sampai Lima Ide Judul Artikel
Butuh waktu lebih dari sepuluh menit hanya untuk menemukan di mana letak node Google Gemini di n8n. Bukan karena rumit, tapi karena tidak ada satu pun tutorial yang menyebutkan bahwa node AI itu tersembunyi di balik satu kategori umum bernama "AI".
Setelah artikel sebelumnya soal drama instalasi n8n di VPS tipe NAT, saya akhirnya sampai di titik yang sebenarnya saya tunggu: mencoba membuat workflow pertama. Bukan yang rumit. Cukup satu hal sederhana yang benar-benar berguna, supaya saya tahu apakah semua proses instalasi kemarin memang sepadan.
Rencana Sederhana: Generator Ide Judul
Saya tidak ingin langsung membuat sesuatu yang kompleks. Rencananya cuma satu: sebuah tombol yang, kalau ditekan, memanggil AI untuk memberi beberapa ide judul artikel berdasarkan topik yang saya tentukan.
Sederhana, tapi kalau berhasil, ini langsung bisa dipakai untuk kerjaan blog sehari-hari.
Workflow ini butuh dua bagian: trigger untuk memulai, dan node AI untuk memproses. Untuk triggernya saya pilih yang paling dasar, trigger manual, tombol yang saya klik sendiri kapan pun saya mau menjalankan workflow ini.
Mencari Node AI, Ternyata Tidak Langsung Kelihatan
Bagian ini yang sempat membuat saya bingung.
Saya mengetik "Gemini" di kotak pencarian node, berharap langsung muncul. Hasilnya nihil.
Ternyata, node untuk provider AI seperti Google Gemini tidak muncul langsung di pencarian umum. Saya perlu klik kategori "AI" terlebih dahulu, baru dari situ Google Gemini muncul sebagai salah satu pilihan.
Ini detail kecil yang sepertinya dianggap sudah jelas oleh orang yang terbiasa pakai n8n, tapi bagi saya yang baru pertama kali membuka aplikasi ini, itu bukan sesuatu yang otomatis ketebak.
Setelah masuk ke Google Gemini, saya memilih resource "Text" dengan operation "Message a Model". Pilihan ini yang paling sederhana untuk kebutuhan saya: kirim satu perintah teks, terima satu balasan teks.
Menyambungkan API Key
Node AI butuh kredensial supaya bisa terhubung ke akun Gemini saya. Saya klik bagian credential, muncul form kecil yang meminta Host dan API Key.
Host-nya sudah terisi otomatis, saya tinggal menempelkan API key yang sebelumnya sudah saya buat lewat Google AI Studio. Setelah disimpan, credential ini otomatis tersambung ke node dan siap dipakai kapan saja tanpa perlu dimasukkan ulang.
Model yang tersedia juga sudah otomatis terpilih, gemini-3-flash-preview, salah satu model yang ringan dan cukup untuk kebutuhan percobaan seperti ini.
Menjalankan Prompt Pertama
Bagian terakhir tinggal mengisi kolom Prompt. Saya tulis:
"Buatkan 5 ide judul artikel blog tentang cara pemula mulai belajar AI Agent, dalam bahasa Indonesia, gaya santai dan menarik"
Klik Execute step.
Beberapa detik kemudian, panel Output di sebelah kanan terisi. Lima ide judul muncul, lengkap dengan alasan singkat kenapa tiap judul itu dipilih.
Ini momen yang menurut saya penting. Bukan karena hasilnya luar biasa, tapi karena ini pertama kalinya saya benar-benar melihat AI Agent bekerja dari ujung ke ujung, dari trigger yang saya klik sendiri sampai hasil yang keluar tanpa saya ketik satu kata pun jawabannya.
Kenapa Hasilnya Kelihatan Berantakan
Satu hal yang sempat membuat saya bingung: hasil di panel Output kelihatan tidak rapi. Ada tanda \n yang muncul sebagai teks, bukan sebagai baris baru, dan tanda bintang ganda di sana-sini.
Setelah dicek, ternyata ini bukan kesalahan. \n itu kode untuk baris baru yang belum dirender jadi enter beneran, sementara tanda bintang adalah format markdown standar untuk teks tebal. Gemini memang biasa menjawab dengan format seperti ini, dengan asumsi hasilnya nanti ditampilkan di tempat yang bisa membaca markdown.
Panel Output di n8n menampilkan teks apa adanya, jadi format itu belum diproses. Solusi paling sederhana untuk sekarang: salin hasilnya ke Notepad atau Google Docs, dan tampilannya otomatis lebih rapi.
Kalau nanti workflow ini dipakai untuk sesuatu yang lebih serius, misalnya hasilnya ingin langsung disimpan atau dikirim ke tempat lain, ini bagian yang perlu diproses lebih lanjut lewat node tambahan.
Yang Saya Pelajari dari Percobaan Pertama Ini
Ada beberapa hal yang menurut saya layak dicatat dari percobaan pertama ini.
Pertama, node AI di n8n memang dikelompokkan di bawah kategori umum, bukan langsung muncul per nama provider. Kalau kalian mencari nama AI tertentu dan tidak ketemu, coba cari lewat kategori "AI" dulu.
Kedua, hasil dari model AI sering datang dalam format markdown mentah. Ini bukan bug, tapi cara AI menjawab yang mengasumsikan hasilnya akan ditampilkan di tempat yang bisa memformat teks.
Ketiga, dan ini yang paling penting buat saya: membuat AI Agent sederhana ternyata tidak butuh satu baris kode pun. Semua yang saya lakukan hanya klik, isi form, dan tempel API key.
Workflow ini masih sangat sederhana. Belum bisa disebut agent yang benar-benar bekerja sendiri, karena masih saya yang menentukan topiknya dan saya juga yang klik tombolnya.
Langkah berikutnya yang ingin saya coba: membuat hasil ini otomatis tersimpan ke Google Sheets, supaya tidak perlu disalin manual setiap kali dipakai. Itu, kalau berjalan lancar, jadi cerita untuk artikel berikutnya.


