5 Google Tools Gratis untuk Anak & Orang Tua
Screen time sering jadi dilema. Di satu sisi, kita tahu anak hidup di era digital. Di sisi lain, ada rasa khawatir: jangan-jangan layar hanya jadi hiburan tanpa arah. Bukan karena kita lalai sebagai orang tua, tapi karena dunia memang sudah berubah dan kita pun masih belajar menyesuaikan diri.
Kabar baiknya, screen time tidak harus selalu negatif. Dengan pendekatan yang tepat, layar justru bisa menjadi ruang belajar, bermain, dan membangun kedekatan. Menariknya, Google punya banyak tools gratis yang bisa langsung kita gunakan tanpa ribet.
Berikut ini 5 Google tools gratis untuk orang tua dan anak yang bisa kita manfaatkan untuk mengubah screen time menjadi quality time.
1. Google Earth — Keliling Dunia Tanpa Keluar Rumah
🔗 https://earth.google.com
Google Earth bisa mengubah pelajaran geografi jadi petualangan.
Anak bisa:
Memutar bola dunia dengan jari
Menjelajahi negara dan kota di seluruh dunia
Melihat langsung tempat ikonik seperti piramida, menara Eiffel, atau Disneyland
Daripada sekadar menghafal nama negara, anak merasa seperti menjelajah bersama kita.
Ide aktivitas sederhana:
“Coba cari negara tempat hewan favoritmu hidup”
“Siapa yang paling cepat nemuin laut terbesar?”
“Kira-kira kita tinggal di bagian mana dari bumi?”
Cukup buka link di atas lewat HP atau laptop, tidak perlu instal aplikasi.
2. Google Arts & Culture — Seni & Museum Jadi Pengalaman Seru
🔗 https://artsandculture.google.com
Google Arts & Culture membuat seni terasa dekat dan menyenangkan.
Fitur yang bisa langsung dicoba:
Art Selfie: selfie lalu dicocokkan dengan lukisan terkenal
AR museum & dinosaurus: objek muncul langsung di rumah
Jelajah museum dan karya seni dunia secara interaktif
Anak sering kali belajar tanpa merasa sedang belajar.
Bisa diakses langsung dari browser, atau install aplikasinya di Android & iOS.
3. Teachable Machine — Cara Aman Mengenalkan AI ke Anak
🔗 https://teachablemachine.withgoogle.com
Teachable Machine memungkinkan anak melatih AI sendiri tanpa coding.
Anak bisa:
Mengajarkan komputer mengenali gerakan tangan
Melatih AI membedakan suara atau gambar
Melihat langsung bagaimana mesin belajar dari contoh
Ini membantu anak memahami bahwa teknologi bekerja dengan logika, bukan sihir.
Cocok dibuka di laptop atau tablet, langsung pakai tanpa daftar.
4. Google Keep — Anak Belajar Mengatur Tanggung Jawab
🔗 https://keep.google.com
Google Keep membantu anak belajar mengelola tugas secara sederhana.
Fitur ramah anak:
Checklist yang bisa dicentang
Input suara untuk menulis tugas
Tampilan bersih dan mudah dipahami
Contoh penggunaan:
Checklist PR
Tugas harian di rumah
Target kecil mingguan
Bisa dibuka lewat browser atau aplikasi Android & iOS.
5. Read Along — Teman Membaca Bahasa Inggris Gratis
🔗 https://readalong.google
Read Along adalah aplikasi Google yang menemani anak membaca bahasa Inggris dengan suara.
Fitur utamanya:
AI mendengarkan anak membaca
Memberi pujian saat benar
Membantu saat anak kesulitan
Anak jadi lebih berani mencoba, tanpa takut salah.
Gratis dan cocok untuk anak yang baru belajar membaca bahasa Inggris.
Cara Memulai Tanpa Ribet (Paling Penting)
Agar tidak kewalahan, kita bisa mulai pelan-pelan:
Pilih 1 tools saja
Gunakan 15–30 menit
Duduk bareng anak, jangan ditinggal
Biarkan anak bereksplorasi, kita menemani
Tujuannya bukan anak jadi cepat pintar, tapi menikmati proses belajar bersama.
Ringkasan Singkat
| Google Tools | Fokus Utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Google Earth | Geografi & eksplorasi | Anak yang penasaran dengan dunia |
| Google Arts & Culture | Seni & budaya | Anak dengan gaya belajar visual |
| Teachable Machine | Logika & AI | Anak yang suka bereksperimen |
| Google Keep | Manajemen tugas | Anak usia sekolah |
| Read Along | Membaca bahasa Inggris | Anak yang baru belajar membaca |
| Google Family Link | Kontrol screen time | Orang tua |
| YouTube Kids | Video edukatif | Anak usia dini |
Screen Time Bukan Masalah Utama
Anak mungkin lupa aplikasi apa yang kita buka bersama. Tapi yang sering mereka ingat adalah perasaan ditemani, didengarkan, dan dihargai.
Kita tidak harus sempurna sebagai orang tua di era digital. Cukup hadir, belajar pelan-pelan, dan tumbuh bersama anak.
Kalau layar dipakai dengan niat yang tepat, screen time bisa berubah menjadi quality time.
